This is my official YouTube channel

Dapatkan informasi menarik terkait dengan dunia pendidikan terutama tentang dunia skripsi dan motivasi.

Selalu memberikan informasi yang bernilai positif

Kenali potensi yang ada pada dirimu dan teruslah mengembangkan diri hingga kau berada pada titik puncak.

Semoga hari anda selalu bahagia dan menyenangkan

Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan, tetapi hebat dalam tindakan.

Hal yang besar tidak datang dari zona nyaman

Orang-orang sukses yang saya kenal adalah mereka yang lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.

Mimpi tidak berguna kecuali kamu mewujudkannya

Kesuksesan bukanlah sebuah kebetulan. Ia adalah kerja keras, ketekunan, belajar, berkorban, dan yang paling penting, mencintai apa yang kamu lakukan.

Rabu, 12 Oktober 2022

Pentingnya Belajar Berorganisasi Sejak Semester 1

Penting Gak Sih Belajar Berorganisasi Dari Semester 1?

Banyak hal yang mahasiswa bisa pelajari ketika menginjakan kaki untuk pertama kali di Universitas. Ketika memasuki hari pertama di kampus dan menjalankan kegiatan pengenalan mahasiswa baru di lingkungan kampus, mahasiswa biasanya masih malu-malu untuk mengenal satu sama lain. Untuk sebagian besar mahasiswa, ketika berada di kampus terkadang mereka bingung seperti orang yang kesasar tanpa tujuan yang jelas. Ya itu wajar, karena mereka benar-benar masuk pada dunia baru yang sebelumnya mereka belum dapatkan. Pada artikel ini, saya akan menjabarkan hal-hal penting apa saya yang bisa di peroleh ketika mahasiswa belajar berorganisasi sejak semester pertama atau semester 1. Ini tentunya bisa bermanfaat bagi mereka yang ingin sukses dikemudian hari.


Saya sering kali menganalogikan bahwa universitas itu adalah bukan semata-mata tempat anda belajar di kelas. Melainkan juga anda harus belajr juga berorganisasi. Buktinya telah banyak orang-orang hebat di dunia ini yang sukses berkat lahir dari sebuah organisasi yang ada di kampus. Yang perlu adik-adik pahami bahwa universitas itu tidak menjanjikanmu kesuksesan. Tapi yang akan membuatmu sukses adalah karakter dan akhlak pada diri masing-masing. Karakter dan akhlak bisa anda bentuk ketika anda belajar berorganisasi. Yang tidak kalah penting juga adalah keseimbangan antara kuliah dan berorganisasi. Jangan sampai ketika belajar berorganisasi kuliahnya jadi terbengkalai. Namun apa saja yang bisa didapatkan ketika belajar berorganisasi. Penjelasan singkat manfaat yang anda bisa dapatkan ketika berorganisasi diantaranya:
1. Bertemu dengan orang banyak 
Belajar berorganisasi itu memberikan anda untuk bertemu dengan orang banyak dan membangun relasi dengan orang lain. ini penting karena akan bermanfaatkan bagi saudara di kemudian hari. Di sisi yang lain, anda juga bisa memperbanyak teman dengan bertemu banyak orang.
 
2. Bermental Kuat dan Lebih Bijaksana
Bermental kuat yang dimaksud adalah anda tidak gentar dengan segala kritikan yang ada serta lebih bijak dalam menyelesaikan segala permasalahan yang ada. Disini kesempatan anda untuk belajar menjadi orang bijak. Karena menjadi orang yang bermental baja dan bijak dalam segala hal itu bukanlah perkara mudah.

3. Mencapai Tujuan Bersama
Namanya juga berorganisasi. Organisasi itu adalah sekumpulan dari beberapa orang yang memiliki tujuan yang sama. Ketika anda berorganisasi, maka dengan mudah anda akan mencapai tujuan bersama karena dijalankan secara bersama-sama.

4. Memperluas wawasan kita
Dengan belajar berorganisasi, anda akan mendaptkan banyak ilmu pengetahuan yang tidak akan pernah anda dapatkan ketika berada di dalam kelas. Kenapa demikian? Karena anda akan sering dihadapkan pada situasi-situasi yang benar-benar nyata. Selain itu juga, wawasan yang akan anda peroleh bisa membuatmu semakin yakin dan percaya diri jika berhadapan dengan orang-orang banyak.

5. Bisa Meningkatkan public speaking
Penting rasanya untuk meningkatkan publik speaking anda. salah satu cara untuk meningkatkan publik speaking anda adalah melalui organisasi dengan cara sering-sering berbicara di depan orang banyak. Nanti secara natural anda bisa mengontrol emosi dan audience ketika anda berbicara di depan orang banyak.

6. Bisa Melatih Kepemimpinan
Berorganisasi berarti belajar untuk menjadi pemimpin. Ini penting karena kelak anda akan menjadi pemimpin dalam kehidupan anda. Entah menjadi pemimpin keluarga atau menjadi pemimpin dalam sebuah pekerjaan di kantor.

7. Belajar me-manage waktu 
Secara tidak sadar belajar berorganisasi itu juga akan mengajarkan anda untuk lebih mudah mengatur waktu. Hal ini ada kaitannya dengan teknik pengambilan keputusan. Anda bisa memutuskan bagaimana mendahulukan kebutuhan-kebutuhan terpenting dalam kehidupan anda maupun kehidupan berorganisasi atau bisa mengatur waktu antara kuliah dan berorganisasi.

8. Lebih terbuka dalam pemikiran 
Pada poin ini, erat kaitannya dengan bijaksana. Anda akan lebih paham bagaimana menerima dan menolak pendapat orang lain. Ketika anda bijak, maka anda bisa memutuskan pendapat mana yang baik untuk kemaslahatan bersama. 

9. Bisa lebih percaya diri 
Karena sudah bisa menguasai diri sendiri dan orang banyak, maka secara alami akan tumbuh rasa percaya diri saudara ketika berada di depan orang banyak.

10. Dapat memutuskan kapan keluar dari zona nyaman 
Keluar dari zona nyaman yang dimaksud lebih kepada ketika anda sudah lebih dominan pada kondisi tertentu, maka sudah waktunya anda keluar dari zona nyaman. Jangan berada pada lingkaran yang akan membuat orang menjadi toxic hanya karena keberadaanmu.

Nah kurang lebih ada 10 hal penting yang anda akan dapatkan ketika belajar berorganisasi sejak semester 1. Pesan saya adalah ketika anda berada di sebuah universitas, maka manfaatkan hari-hari anda untuk belajar berorganisasi. Jangan menghabiskan waktu anda hanya belajar di dalam kelas saja. Tapi juga belajr di luar kelas. Anda akan menjadi orang rugi jika selama kuliah anda tidak belajar berorganisasi. untuk lebih jelasnya anda bisa tonton video saya ini dengan mengklik link ini.

Senin, 10 Oktober 2022

Kriteria Penilaian Skripsi dan Cara Mendapatkan Nilai A

Kriteria Penilaian Skripsi dan Cara Mendapatkan Nilai "A"


Mendapatkan nilai A pada sidang proposal atau skripsi tentunya menjadi dambaan bagi semua mahasiswa. Namun terkadang untuk mendapatkan nilai A tersebut bukan merupakan perkara yang mudah. Masih banyak mahasiswa yang berpikir bahwa nilai A yang diperoleh adalah nilai ketika sidang proposal atau skripsi. Padahal sebenarnya nilai A yang diperoleh itu bukan hanya nilai yang didaptkan pada saat sidang, melainkan campuran dari nilai-nilai antara dosen pembimbing dan dosen penguji. Mungkin mahasiswa belum tau kalau sebenarnya tiap-tiap universitas memiliki rubrik penilaian skripsi. Secara singkatnya penilaian itu dilakukan sejak pertama kali bimbingan samapi selesai revisi, bukan selesai sidang.
  


Dalam penilaian skripsi, mahasiswa tentunya bertanya-tanya dalam diri masing-masing. Kira-kira bagaimana caranya mendapatkan nilai A pada sidang skripsi. Yang perlu mahasiswa ketahui bahwa untuk mendaptkan nilai A pada skripsi itu merupakan komulatif dari penilaian antara dosen pembimbing dan dosen penguji. Namun, kira-kira bagaimana caranya mendapatkan nilai A pada skripsi. berikut ini saya akan menjabarkan secara singkat agar mahasiswa tau. Mahasiswa juga bisa menyimaknya secara langsung pada video Youtube saya disini.

Seperti apa yang saya katakan bahwa Nilai A pada Skripsi itu tidak serta merta didaptkan ketika mahasiswa berhasil menjalankan sidang skripsi. Tapi nilai A yang didapatkan merupakan bentuk dari komulatif penilaian antara dosen pembimbing dan dosen penguji. Umumnya nilainya di persentasekan yakni 60% dari dosen pembimbing dan 40% dari dosen penguji atau sebaliknya, tergantung dari kesepakan dalam sebuah universitas atau jurusan. Karena nilai dari dosen pembimbing labih besar, maka secara garis besar proses penilaian yang dilakukan oleh dosen pembimbing dimulai sejak mahasiswa melakukan kepebimbingan dengan kriteria sebagai berikut: Sering bimbingan, progres dalam setiap pertemuan dan ketepatan dalam menjawab pertanyaan dosen pembimbing ketika bimbingan.

Lalu bagaiman dengan dosen penguji. Penilaian dari dosen penguji dilakukan ketika anda mulai berpresentasi di depan kelas untuk mempresentasikan skripsi yang anda buat. untuk mendaptkan nilai tertinggi dari dosen penguji maka yang harus dilakukan adalah membuat kesan terbaik kepada dosen penguji, jangan memotong pertanyaan dosen penguji dan mencoba mengawai jawaban dengan cara "terima kasih pak/ibu atas pertanyaannya, saya akan menjawab pertanyaan yang sebaik mungkin."

Disisi yang lain, yang bisa mempengaruhi penilaian terhadap skripsimu adalah isi materi skripsi, manfaat teknologi yang terapkan dan nilai inovatif yang ditawarkan terutama untuk perkembangan ke depan dan kemaslahatan umat. Itulah beberapa kriteria singkat kalau anda mau mendapatkan nilai A pada skripsi anda.




Senin, 03 Oktober 2022

Perbedaan Antara Laporan, Buku Refensi, Review Paper dan Laporan Singkat

Apa Itu Laporan, Buku Referensi, Review Paper dan Laporan Singkat?

Menjadi seorang dosen dan penelti tentunya tidak asing dengan yang namanya laporan. Seorang dosen ataupun peneliti, nilai kredibilitasnya biasanya dilihat dari berapa jumlah publikasi yang dihasilkan serta berapa H-index yang dimiliki, baik di google scholar maupun di researxhgate. Dosen ataupun peneliti umumnya sangat familier dengan yang namanya laporan, buku referensi, jurnal, paper review ataupun laporan singkat. Pada artikel ini, saya sengaja tidak mencantumkan artikel research atau jurnal, buku monograf dan buku ajar karena saya yakin sebagian besar orang sudah paham akan informasi tersebut. Berikut ini saya hanya akan menjelaskan beberapa perbedaan singkat antara laporan, buku referensi, review paper dan laporan singkat. Adapun penjelasannya yaitu sebagai berikut. 


Informasi yang saya berikan mungkin hanya sebagian kecil dari informasi yang anda temukan di berbagai sumber. Sehingga ini bisa dijadikan sebagai informasi tambahan bagaimana kita bisa membedakan antara laporan penelitian, buku referensi, review paper dan laporan singkat. Pada beberapa negara, laporan penelitian dan laporan singkat bukan lagi menjadi sesuatu hal yang penting. Namun, informasi tersebut bisa tetap dijadikan sebagai referensi bagi kita semua khususnya bagi peneliti atau dosen. Berikut ini informasi singkat terkait dengan perbedaan tersebut diantaranya:

1. Laporan Penelitian

    a. Mengidentifikasi target permasalahan atau tujuan

    b. Meringkas dokumen dalam klasifikasi yang berbeda

    c. Mendeskripsikan kalimat secara umum

    d. Tidak perlu untuk menulis teory atau prinsip dasar

    e.  Beberapa perbandingan antara setiap dokumen

    f. Kesimpulan singkat dan saran untuk penelitian ke depan

    g. Sebagian besar informasi berasal dari dokumen (sumber utama)


2. Buku Referensi

    a. Mendeskripsikan masalah umum

    b. Mendeskripsikan masalah yang lebih terkenal, bukan masalah terbaru

    c. Perlu teori dasar untuk aplikasi

    d. Jelaskan setiap sesi secara rinci

    e. Tidak ada komentar diri; meringkas dan menjelaskan dokumen

    f. Dapat mengutip Tabel/Gambar secara langsung ketika Anda mendapatkan izin

    g. Tidak ada saran untuk masa depan

    h. Beberapa Referensi Kutipan dalam teks; sebagian besar dikutip di akhir setiap bab


3. Review Paper

    a. Identifikasi target masalah/tujuan

    b. Topik tertentu

    c. Tidak ada teori/prinsip dasar; bukan untuk mahasiswa baru tanpa pengetahuan dasar

    d. Meringkas dokumen dalam sesi klasifikasi yang berbeda

    e. Jelaskan dan bandingkan setiap sesi yang dirinci dengan tabel dan gambar

    f. Menghitung ulang/mengatur ulang beberapa informasi

    g. Diskusi tentang dokumen dan memberikan komentar dan komentar harus baru dan spesifik

    h. Apa yang sudah dilakukan, apa yang bisa kita lakukan di masa depan, dan mengapa?

    i. Lebih dari 50% informasi adalah “informasi yang diolah” (untuk membentuk sumber atau sumber   utama) tetapi tidak hanya menunjukkan apa yang tampak dalam dokumen asli (sumber utama)


4. Laporan Singkat

    a. laporan hanya berisi dokumen singkat

    b. terdapat konsep baru dan area peneltian baru

Rabu, 28 September 2022

Rubrik Penilaian Presentasi Mahasiswa

Contoh Rubrik Penilaian Presentasi Mahasiswa.

Bukan menjadi sesuatu hal yang asing lagi bagi seluruh mahasiswa jika salah satu tugas mereka adalah berpresentasi di depan kelas sebagai bentuk dari tanggung jawab tugas yang diberikan oleh dosen. Pada beberapa universitas, menerapkan bentuk penilaian yang bervariasi. Namun, masih banyak juga yang tidak memiliki rubrik atau SOP penilaian terhadap mahasiswa yang berpresentasi. Pada beberapa kasus, penilaian terhadap mahasiswa dilakukan hanya berdasarkan pada penilaian dari pihak dosen saja. Sedangkan mahasiswa tidak dilibatkan dalam penilaian terhadap temannya yang melakukan presentasi. Kalaupun ada hanya sebagian kecil dosen yang menerapkan hal tersebut. Berikut ini salah satu contoh rubrik penilaian seperti pada tabel berikut.

Foto. Tabel rubrik penilaian mahasiswa

Rubrik penilaian yang ada terdiri dari beberapa aspek penilaian dengan nilai poin mulai dari 0 - 5. Jika mendaptkan nilai yang sempurna, maka mahasiswa akan mendapatkan nilai total 40 poin. Secara lengkap apa saja yang menjadi poin penilaian yaitu seperti kemampuan, alat peraga dan isi. Sedangkan poin penting dalam penilaian untuk semua aspek terdiri dari tidak sesuai harapan, memenuhi harapan, dan melebihi harapan. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gamabr di atas. Poin penting yang menarik menurut saya adalah peran mahasiswa dalam menilai temannya sendiri. Sehingga nilai yang didapatkan lebih objektif. Selain itu pada bagian bawah tabel, mahasiswa yang menilai harus menulis apa yang dipelajari dari presentasi temannya dan menuliskan setidaknya 2 pertanyaan dari topik yang dipelajari. 

Dengan adanya rubrik penilaian ini, setidaknya dosen lebih dipermudah dalam menilai mahasiswa. Dosen tidak perlu khawatir menilai mahasiswa mana yang lebih baik atau buruk dalam presentasi, karena semua penilaian bersumber dari mahasiswa sendiri. Selain itu dengan adanya rubrik ini, dosen lebih transparan dalam melakukan penilaian, Ibarat tidak ada dusta diantara kita. Disisi yang lain dosen juga akan sangat terbantukan dalam merekap nilai tugas presentasi dan mempersingkat waktu karena semuanya sudah ternilai. Sehingga dosen tidak perlu lagi repot-repot menghitung nilai.

Berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan, dengan menerapkan rubrik ini, mahasiswa lebih senang dalam mendapatkan nilai karena penilaian bersumber dari teman-temannya. Mahasiswa juga tidak perlu khawatir terhadap nilai yang mereka peroleh. Selain itu, ketika ujian dosen juga bisa menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang dibuat oleh mahasiswa seperti yang ada pada rubrik penilaian bagian bawah. Apa yang sebenarnya nilai penting yang bisa di peroleh dari penerapan rubrik ini. Menurut pendapat saya, mahasiswa akan lebih memahami cara penilaian yang transparan yang selama ini mungkin belum mereka pahami. Disisi yang lain, mahasiswa juga akan merasa lebih senang karena adanya peneliaan yang lebih terbuka yang mungkin selama ini mahasiswa harapkan. Itu dari sisi mahasiswa. Lalu bagaimana jika dilihat dari segi dosen. Sebenarnya rubrik penilaian semacam ini jarang sekali diterapkan oleh dosen meskipun pada dasarnya mereka telah mengetahuinya. Masih banyak dosen yang lebih menggunakan penilaian berdasarkan penilaian mereka dan jarang yang melibatkan penilaian dari mahasiswa. Dosen bisa menerapkan rubrik ini sebagai media tambahan dalam penilaian mereka. Semoga ini bisa membantu dosen dan mahasiswa dalam penilaian kedepan.